“Wah, ada acara apa dengan semua makanan ini, Bebe?” tanya Saka begitu ia memasuki rumah. Tangan Ala terulur, meminta jas yang dipakai Saka. “Karena aku udah memutuskan semua hubungan toxic dengan keluarga tiri aku?” Ala mengerling pelan. Saka melepaskan jasnya lalu menyerahkannya pada Ala. Langkahnya mendekati gadis itu dan meraihnya dalam pelukan, tangannya mengusap pipi Ala dan mendaratakan ciuman di puncak kepala perempuannya yang wangi buah-buahan itu. Lagi-lagi, Ala merasa ada ketenangan yang turun dari tempat dimana Saka mendaratkan kecupannya. Rasanya menyenangkan. Rasanya menenangkan. Lagi-lagi, tangan Saka mendarat di pinggangnya dengan otomatis. Ala tersenyum. Setelah hari itu, dimana Ala menyerahkan dirinya, Saka lebih sering pulang ke rumah setelah matahari turun. “Giman
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


