Butuh waktu yang tidak sebentar untuk membangunkan Rubi. Selain mengetuk-ketuk kaca jendela mobil, Stevi sampai berinisiatif menghubungi pria itu. Sampai kemudian Rubi terlihat membuka matanya. Jelas pria itu langsung terkejut. “Ya ampun! Maaf, maaf….” Rubi langsung membuka pintu mobilnya dan segera keluar. Dengan keadaan bangun tidur yang nyawanya dipaksa kumpul secepatnya, Rubi meminta maaf pada Stevi dan Alda. Walaupun dua wanita itu mengatakan itu bukan masalah yang serius, tetap saja Rubi tak menyangka dirinya bisa tertidur se-nyenyak itu. Saking nyenyaknya, Rubi sampai tidak mendengar suara helikopter yang tiba beberapa menit lalu. “Silakan masuk, silakan masuk.” Rubi kemudian membuka pintu belakang, mempersilakan Stevi dan Alda masuk. “Hmm, apa di sini ada tempat untuk ngopi ata