Dua Puluh Satu

1897 Kata

Jumat (18.45), 09 April 2021 ----------------------- Fiera tersenyum saat melihat Rachles dan Russel sedang duduk di lantai ruang tengah menghadap meja yang kini penuh dengan buku mewarnai milik Russel. Keduanya hanya mengenakan celana piama dan bertelanjang d**a. Padahal tadi Fiera sudah mengingatkan agar mereka mengenakan pakaian sebelum ia ke dapur. Tapi ternyata ucapannya mereka anggap angin lalu. “Warnainya pelan-pelan saja, Jagoan.” Rachles mengingatkan. “Pa, rambutnya warna merah, ya?” “Jangan, hitam saja. Kalau warna kulit pakai apa?” “Pastel!” seru Russel sambil mengangkat crayon warna biru. Rachles terkekeh. “Itu biru, Sayang.” Fiera memberitahu seraya meletakkan secangkir teh jahe untuk Rachles dan segelas s**u untuk Russel. “Pastel, Ma!” Russel keras kepala. “Yang ini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN