Bab 45

2000 Kata

Setelah mengucapkan terimakasih pada sopir taxi, Riana turun dari taxi dengan wajah lesu. Ia menatap bangunan rumah minimalis yang cukup sederhana yang ia beli dua tahun lalu, setelah berjuang mati-matian selama lima tahun ini. Riana segera membuka gerbang rumah dan berjalan masuk ke area halaman rumah. Ia sampai di depan pintu rumah dan membukanya perlahan. "Mama," teriak seorang bocah laki-laki begitu Riana membuka pintu rumah dan berjalan masuk dua langkah ke rumah. Bocah laki-laki itu langsung berlari pada Riana dan memeluknya erat. Riana tersenyum cerah sambil membalas pelukan bocah laki-laki itu. Seluruh perasaan gelisah dan takutnya seketika sirna digantikan kebahagiaan yang memuncak karena pelukan hangat bocah ini. "Kamu udah pulang sekolah? Nggak ada les tambahan hari ini?"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN