Terdengar suara klik dari kunci pintu yang baru diputar Jeremy. Setelah mengunci pintu Jeremy kembali berjalan dengan langkah kakinya yang terdengar mengerikan di telinga Mr. Papkins yang sedang sangat ketakutan hingga melirik atau berpaling pun dia tidak berani. Jeremy Loghan kembali duduk di kursi kakeknya sambil menatap Mr. Papkins yang masih berdiri bergetar di hadapannya. Mr. Papkins tahu jika pemuda itu tidak akan melepaskannya. Jeremy Loghan bukan jenis orang yang akan berbelas kasihan pada mereka yang berani mengusiknya. Buku-buku Mr. Papkins yang semula kebas kali ini mulai menggenggam kencang untuk menahan ketakutannya yang luar biasa. Jeremy mengambil sesuatu dari dalam laci meja nakas di sebelahnya dengan tanpa berpaling dari Mr. Papkis. Hanya dengan cara pemuda itu menatapny

