"Apa yang kau baca?" Nampaknya Geby baru menyadari kehadiran suaminya. Jeremy sudah berdiri di ambang pintu ruang baca melihat istrinya yang sedang duduk menekuni buku tebal di pangkuannya. Geby segera meletakkan buku tersebut dan berdiri untuk berjalan menghampiri suaminya. Geby langsung mencium dan memeluknya seperti dua orang yang baru kembali bertemu setelah sekian lama. Tubuh Geby terasa hangat dan juga lembut ketika menempel erat pada Jeremy. Tidak tahu kenapa untuk berpisah sepanjang siang saja rasanya sudah seperti ini. Sebenarnya Jeremy sama sekali tidak keberatan mendapatkan sambutan manis macam itu dari istrinya, tapi dia tetap merasa heran. "Ada apa? " Jeremy menangkup pipi Geby yang hangat dengan kedua telapak tangannya sampai wanita itu menengadah dengan bibirnya yang nan

