"Tolong jangan, Jeremy...!" Geby berusaha menepis tangan Jeremy yang hendak menurunkan bahu gaunnya. Geby benar-benar masih jijik dan tidak mau disentuh. Jeremy berhenti sebentar untuk memperhatikan wanitanya. Geby masih bersandar di pintu lemari dengan d**a panas bergemuruh karena tahu dirinya tidak akan mungkin bisa mencegah pria itu jika dia memang ingin menyentuhnya. "Pakaianmu basah," ucap Jeremy masih dengan nada suaranya yang dingin dan tanpa hati. Tentu Geby tidak mau disentuh oleh pria seperti itu. "Aku tidak perduli!" Geby kembali menarik punggung bajunya dan baru saat itu Jeremy sadar jika wanitanya masih ingin marah. Jeremy kembali memperhatikan Geby dari ujung kepala sampai ujung kaki. Sebenarnya pakaian tipis dan basah itu juga sudah tidak terlalu berguna untuk membungk

