BAB 22 DAUN JENDELA

1215 Kata

Seperti biasa Mara akan selalu bangun paling pagi sebelum yang lainnya tapi kali ini sepertinya dia terbangun karena mendengarkan suara seruling yang sedang di mainkan Mato Bizil. Keheningan pagi membuat irama dari seruling tradisional suku Indian itu terdengar jernih dan sempat membuat Mara merinding meskipun biasanya dia menyukainya. Mara diam sebentar untuk memperhatikan gelang penangkap mimpi yang tergantung di kepala ranjang kemudian meraihnya sebentar. Dia mengambil benda itu dan berniat untuk memindahkannya ke jendela karena bulu-bulunya akan lebih terlihat indah jika tertiup angin. Mara turun dari ranjang dan segera berjalan menghampiri jendela dengan langkah kaki telanjang. Semuanya masih hening dan sunyi, suara dari seruling Mato terdengar mendayu pilu seperti kesedihan nan dal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN