"Apa kau masih mual?" tanya Lizie yang baru ikut duduk di ayunan bersama Mara. Mereka berdua duduk di beranda tepi kolam renang setelah makan siang bersama. "Hanya di pagi hari." "Biasanya nanti akan mereda jika sudah memasuki bulan ke empat." "Bagaiman, dia laki-laki atau perempuan?" tanya Mara sambil memegang puncak perut Lizie yang sudah bulat sempurna. "Sepertinya laki-laki." Lizie tersenyum. "Pasti anak laki-laki yang tampan." "Aku sudah pernah kehilangan calon putriku, dan sekarang aku tegang untuk menghadapi persalinan." "Oh, Tuhan ... " Mara kembali membelai perut Lizie. "Kau pasti bisa dan dia anak yang hebat." Lizie tersenyum dan mengangguk. "Apa kalian akan tinggal di Hampton selama musim panas?" "Ya." "Kemungkinan bayiku akan lahir awal musim gugur semoga kalian masi

