Jero kembali ke penginapan sudah lewat tengah malam dan gilanya pria itu langsung membangunkan Gween tanpa belas kasihan meskipun wanita itu sudah tertidur pulas di kasurnya. "Ada apa?" Gween terbangun dengan mata yang terasa masih begitu berat. "Delete the last photo you uploaded," ujarnya datar. "What?" Gween mengerutkan dahi dan menggeleng samar. "Kamu yang menghapus atau aku?" ucap pria itu membuat pilihan yang sama-sama tidak masuk di akal bagi Gween. "Oh, kenapa harus dihapus? it's not you." Gween ingat dengan foto yang diguakannya untuk memanas-manasi Geisya beberapa jam yang lalu. "I know, He's Red." "Lalu?" Jero mengepalkan tangannya geram. "Bapak Jero yang terhormat tidak perlu takut orang-orang akan tahu hubungan ini, karena saya bukan perempuan terkenal yang setiap pos

