16. Strategi Jero 🥂

1007 Kata

Gween melirik ke meja dimana Jero berada. Tak ada perubahan, keduanya masih di sana. Kadang tertawa, kadang berbicara sangat serius. Gween tidak tahu apa yang mereka bahas hingga berjam-jam lamanya. Bahkan hingga jam kerja Gween hampir habis. "Mau segelas kopi?" Reza tiba-tiba muncul dan menawarkan sesuatu. Gween menoleh, lalu tertawa kecil sembari menerima sebuah cup yang diulurkan oleh pria itu. Reza memang terkenal baik dan ramah pada semua karyawan yang ada, terlebih pada Gween yang telah mencuri hatinya. "Besok bisa temani saya?" tanya Reza tiba-tiba. Gween yang sedang menyesap kopinya mengangkat sebelah alis bertanya. "Acara pernikahan teman lama saya," jawab Reza menjelaskan. "Jadi ini sogokan?" gurau wanita itu sembari mengangkat dan menggoyangkan kopinya. Reza tertawa ring

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN