“Saya terima nikah dan kawinnya Vivian Angelina binti Adnan Sebastian dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas 30 gr dibayar tunai.” Ucap Leon dengan tegas di hadapan penghulu. “Sah.” Vivian yang sedari tadi di kamar menitikkan air matanya saat kata sah terucap. Kini ia benar-benar menikah dengan Leon, pria yang ia cintai sejak kecil. Meski ia tahu Leon menikahinya hanya untuk bertanggung jawab atas bayi yang di kandungnya, bukan karena cinta. Cinta yang Leon miliki sudah ia berikan kepada seorang wanita beranak satu. Vivian pun di ajak bertemu dengan suaminya. Leon menyematkan sebuah cincin mas putih di jari manis Vivian begitu juga sebaliknya. Vivian tersenyum sumringah saat sesi pemotretan tapi tidak dengan Leon yang memasang wajah datarnya. Acara akad nikah berlangsung