Maaf, Bunda 2

974 Kata

Sebingung itu Denik. Dikri sangat memahaminya. Namun dia kesulitan mencarikan solusi. Yang jelas dia tidak ingin adiknya melakukan aborsi, tapi bagaimana kalau Denik sendiri tidak menginginkan anak itu. "Tenangkan pikiranmu dulu. Tapi mas harap kamu jangan punya pikiran nekat." Denik menunduk dalam-dalam. Sementara Dikri memandang ke luar jendela. Pada awan yang menggantung gelap di pagi itu. Dia sendiri sudah kehilangan semangat semenjak Puspa menikah dengan Bram. "Mas bisa ngasih solusi jika kamu setuju." Dikri kembali bicara. "Apa, Mas?" "Kamu tinggal di kota lain sampai melahirkan. Mas bisa bantu kamu mencarikan tempat tinggal. Menggugurkan bayi itu banyak resikonya, Den. Bagaimana?" Denik diam. Dia tidak tahu harus mengiyakan atau menolak. Kalau dia mengasingkan diri, secara ot

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN