Tari mendudukkan dirinya pada kursi di depan Akbar. Ia yang tadinya melihat Akbar dengan senyum lebarnya, kini tak lagi menemukan senyuman di wajah pemuda itu. Akbar melunturkan senyumnya dan kini berwajah datar sembari menampakkan wajah ketakutan. "Kenapa gak senyum lagi?" tanya Tari pada pemuda di depannya itu. Tari bahkan terheran dan mengangkat sebelah alisnya. Akbar mengerjap berulang kali. "Hah?" "Kenapa? Kamu takut aku marahin?" Tari kini menampakkan seringainya. Sedikit terkekeh melihat Akbar yang tampak bingung. Akbar mengerut dahi lebar. "Bukannya kamu mau marahin aku?" Tari terkekeh dan berkata, "Enggak, siapa yang mau marahin?" Namun saat ia melihat Akbar tampak lega dan mengembuskan napasnya, Tari buru-buru melanjutkan kalimatnya. "Tapi karena kamu nyuruh aku buat ma