Saat asistennya memberitahu bahwa Panji ingin bertemu, Rasya sudah siap lahir bathin. Akhirnya saat yang ia tunggu-tunggu datang juga. Ia tahu, suatu saat Panji akan datang padanya karena masalah Keira. Hanya tinggal masalah waktu saja. Sejurus kemudian asiatennya masuk diikuti oleh Panji di belakangnya. Setelah asistennya menutup pintu, suasana seketika hening. Mereka berdua sama-sama merasa canggung seperti dua orang asing yang pertama bertemu. Padahal sedari kecil mereka telah berteman. Saling support dan saling meledek adalah makanan mereka sehari-hari. Mereka berdua memang tumbuh besar bersama. "Gue sama sekali nggak nyangka kalau persahabatan kita akan jadi seperti ini, Sya," gumam Panji lirih. Sesungguhnya ia merindukan masa-masa akrab mereka dulu. Jujur, ia sudah capek bermusuhan

