Hari terus berganti. Karena kesibukan mengurus malaikat mungilnya, Keira sampai melupakan waktu. Dua bulan telah berlalu. Padahal rasanya ia baru saja melahirkan Dhira dua hari yang lalu. Selama dua bulan itu, Panji dan kedua mertuanya kerap menyambangi kediaman orang tuanya. Begitu juga dengan ayah Raga. Mereka beralasan ingin menengok cucu. Mengenai kunjungan kedua mertuanya, sebenarnya Keira sama sekali tidak keberatan. Karena bagaimana pun Dhira memang cucu mereka. Apalagi Dhira merupakan cucu pertama. Sudah pasti kedua mertuanya menjadikan putrinya segala-galanya. Maklum saja, kakek dan nenek baru. Yang ia tidak suka adalah jika Panji ikut datang bersama mereka. Akhir-akhir ini sikap Panji sedikit aneh. Panji dulu pernah benci sekali padanya karena dipaksa menikah. Kemudian sikapnya

