Rasya merasa aneh saat ada satu chat masuk ke ponsel pribadinya. Aneh karena identitas chat itu tidak ada dalam daftar kontaknya. Hanya berupa nomor asing. Ia selalu memisahkan antara masalah pekerjaan dengan kehidupan pribadinya. Makanya ia menggunakan dua ponsel. Satu ponsel yang ia sebut dengan ponsel umum, dan yang satunya lagi ponsel pribadi. Ia tidak heran apabila ponsel umumnya dikirimi chat macam-macam dari seribu satu manusia. Sudah bukan hal aneh lagi jikalau ponsel umumnya sering dibanjiri dengan berbagai macam pesan. Mulai dari masalah pekerjaan resmi, teror-teror bernada ancaman, para komunitas penggalangan dana, bahkan sampai chat s*x pun hampir setiap hari ia terima. Biasanya ia santai saja membaca segala pesan-pesan yang masuk tiada hentinya itu. Ia sadar, setelah nomor po

