Episode 16

2204 Kata

"Mas Pandu pernah nggak, sekali saja, memikirkan nasib saya ke depannya. Pernah nggak, Mas? Coba Mas, sekaliii... aja, Mas memposisikan saya sebagai adik kandung, Mas. Bukan adik ipar. Bagaimana, Mas?" Kata-kata Keira membuat air muka Pandu berubah-ubah. Sebentar termangu, sebentar malu dan sebentar berpikir keras. Kedua alis Pandu menyatu saat ia mengernyitkan kening. Pandu diam seribu bahasa. Setelah beberapa menit hening, Pandu bersuara. "Saya memang egois, Ra. Saya minta maaf." "Mas, coba Mas bayangkan. Apa kata orang kalau setelah saya bercerai dengan Mas Panji, saya malah menikah dengan Mas Pandu? Mereka pasti mengira bahwa saya  selingkuh dengan Mas Pandu, makanya Mas Panji menceraikan saya. Itu anggapan mereka yang pertama," Keira menatap Panji lurus-lurus. Ia juga merubah posi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN