Seseorang di Sel

1022 Kata

"Diamlah. Itu lebih baik sekarang. Memaksakan sesuatu, apa pun itu, tidak akan jadi hal yang baik." *** Besi beruasaha mengentikan pendarahan di betis Joni. Sebisa mungkin, ia melakukan apa yang ia tahu untuk meringankan rasa sakit yang Joni rasakan. "Aku akan menjahit, lalu mengikat lukanya, agar pendarahannya berhenti." Seolah itu adalah sebuah peringatan, Joni mengangguk. Meskipun sebenarnya, ia tak terlalu mendengarkan. Pikirannya hanya terpusat pada rasa sakit yang tengah menderanya. "Argh." Ketika lukanya diikat, ia merasakan sakit yang lumayan. "Luar biasa. Kotak P3K-nya. Ada peralatan untuk menjahit luka," ucap Aul, sedikit tak percaya. "Ya, mungkin ada banyak hal yang lebih tak masuk akal yang akan kau temui juga selain ini. Kita cukup bersyukur dengan adanya peralatan ini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN