Bab 8. Pernikahan

1090 Kata

Reyna menatap layar ponselnya dengan putus asa. Sudah lebih dari dua puluh kali ia mencoba menghubungi Clara, tetapi tidak ada jawaban. Pesan-pesan yang ia kirim hanya centang dua, seolah Clara benar-benar memblokir seluruh akses komunikasi. Dengan langkah gontai, Reyna kembali ke ruangan Agatha. Ia melihat bosnya duduk bersandar, memijat pelipisnya. "Maaf, Pak. Clara tidak mau mengangkat telepon saya," lapor Reyna, suaranya terdengar lemas. "Saya sudah mencoba menghubungi lewat w******p dan email juga, tapi tidak ada balasan." Agatha mendongak, tatapannya kosong. Ia menghela napas. "Sudah kuduga." Ia terdiam sejenak, lalu matanya menatap Reyna dengan penuh selidik. "Menurutmu, apakah itu asli?" Reyna mengerutkan kening, bingung. "Apanya yang asli, Pak?" Agatha tidak menjawab dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN