"Sudah selesai, Pak," kata Reyna, memutar badannya dan menyerahkan beberapa berkas. "Kita tinggal menunggu dokter. Saya sudah minta mereka untuk segera memberi kabar." Agatha mengambil berkas itu. Jari-jari mereka bersentuhan, dan untuk sesaat, kehangatan Reyna menjalar, menenangkan kegelisahannya. Mereka duduk di kursi tunggu, di samping para karyawan yang masih tegang. Agatha mengeluarkan ponselnya, berniat menghubungi investor. Tiba-tiba, ponselnya berdering. Nama "Daniel" muncul di layar, salah satu investor terbesar mereka. Agatha menelan ludah, firasatnya tidak enak. "Halo, Daniel?" sapa Agatha, suaranya berusaha terdengar stabil. Reyna bisa melihat wajah Agatha memucat. Ia tak bisa mendengar apa yang dikatakan Daniel, tapi respons Agatha sudah cukup. Pria itu sesekali menganggu

