ZAHRANA – BAB 82 Rana masuk ke dalam setelah hatinya tenang. Dia juga tidak ingin Nadia melihat matanya yang sembab karena tadi dia habis menangis. Rana sebisa mungkin bersikap biasa pada Nadia. Dia akan menuruti ucapan Leo untuk berteman dan membuat Nadia tidak merasa hanya memiliki satu orang tua saja. “Mungkin aku akan menuruti ucapan Leo tadi. Memang aku dan Leo harus bisa merawat Nadia bersama meski di antara kami berdua sudah tidak ada ikatan apa-apa lagi,” gumam Rana sambil berjalan ke dalam menemui Nadia. Nadia masih belajar dengan Elin dan Nunuk. Rana mendekatinya dan duduk di samping Nadia. “Bunda kok sudah masuk? Ayah sendrian dong,” ucap Nadia. “Ayah sudah pulang, Sayang. Ayah ada telfon dari kantor, makanya ayah gugup sekali tidak pamit Nadia dulu,” jawab Rana. “Yah, pa