“To the point, langsung ke topik. Aku masih nggak ngerti,” tukas Ashel. “Besok kan hari ulang tahun Pak Fariz. Jadi ceritanya kita mau bikin kejutan di kantor. Kita hias ruangan kantor, trus kita juga bakalan bungkus kado spesial buat Pak Fariz, bos kita. Nah, entar kamu jadi pembawa kue dan suruh Pak Fariz tiup lilinnya, so sweet banget, kan?” “Enggak bisa!” tegas Ashel. Suasana hening seketika. Jawaban Ashel yang diiringi nada ketus membuat semuanya menatap Ashel heran. Ashel mengedarkan pandangan ke sekeliling, menatap wajah-wajah bingung di hadapannya. Betapa bahagianya Ashel memiliki para senior yang begitu perduli dengan kebahagiaannya, merencanakan kejutan yang luar biasa demi si bos yang tak lain adalah suami Ashel, juga menggelontorkan uang demi meraih kesenangan orang

