naya bermaksud segera pulang ke rumahnya tapi ia harus mendengarkan curhatan anak muda dulu. daniel menghubunginya dan bilang ingin bicara hal penting. apalagi yang penting bagi daniel selain angel? naya sudah bisa menebak jika angel adalah poin penting dari pembicaraan mereka ini. “mbak” teriak daniel saat naya baru memasuki cafe milik mara. meskipun baru dua puluh enam tahun, naya merasa tidak pantas memasuki cafe yang digandrungi muda-mudi itu karena dirinya yang telah memiliki dua orang anak. naya memesankan shakka beberapa makanan dan menyuruh anaknya itu menunggu dengan tenang serta makan dengan tenang sembari mamanya bicara dengan pria yang dulu dipanggilnya abang. “ada apa sama angel? dia nolak kamu lagi?” “aku ga ditolak ya mbak.. cuma di pending aja” ucap daniel yang agak sen