Sudah tiga hari dan Mia belum juga sadarkan diri, Linda sebagai sahabat yang baik selalu menemani Mia sampai bangun, Linda juga heran dengan lelaki yang bernama Zeveran itu, memang lelaki itu sering datang untuk menemui Mia tapi jujur dalam hati Linda masih bertanya-tanya. “Tidak, biarkan aku saja.” Linda mengambil benda yang di pegang oleh Zev untuk membersihkan Mia, kain lembut yang di basahi oleh air itu kini berpindah tangan. Linda menatap Zev, “Aku masih belum bisa percaya pria asing di kehidupan Mia, akan aku tunggu sahabatku bangun untuk menjelaskan apakah kau sungguh adalah suaminya atau bukan.” Linda memincingkan matanya. Zev menghela nafas rendah, tatapannya masih terlihat sangat datar, tidak terlihat seperti orang jahat tapi juga tidak seperti orang baik, Linda khawatir jika

