“Kamu tetap istrinya aku.”

1941 Kata

Rasyid berjalan pelan di samping Fiona. Langkah mereka tampak seirama, tapi tidak dengan hati mereka masing-masing. Keduanya saat ini tengah menyusuri jalanan di Floating Market. Cukup ramai di sana, akan tetapi kedua orang seolah berjalan dalam kesunyian. Rasyid yang tahu haru menjaga sikap dengan istri orang, dan Fiona yang sibuk dengan pemikirannya sendiri. Udara sore hari di sana mulai dingin dan Rasyid memasukkan kedua tangannya ke saku celana. Tanpa bicara, Rasyid setia berada di sisi perempuan itu. Rasyid yang tentunya mau-mau saja menemani perempuan itu jalan-jalan. Dia seperti bisa merasakan kesedihan perempuan itu, yang mungkin butuh refreshing. Tadi Rasyid melihat layar ponselnya Fiona menyala dan menampilkan nama 'My Husband' di sana, akan tetapi perempuan itu tak mengangkatny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN