Aland membawa Zaya ke kamar untuk mengobati tangannya. Zaya menurut saat dibimbing Alnd menduduki ranjang. Matanya masih dipenuhi air, Zaya tidak berkata apa-apa. “Tunggu sebentar,” kata Aland setelah Zaya duduk. Aland keluar untuk mengambil kotak P3K, setelah itu dia langsung kembali. Aland duduk di samping Zaya, dia mulai membuka kotak tersebut. Mengambil cairan pembersih, juga menyiapkan perban. “Ini akan sedikit sakit, kamu tahan ya,” kata aland saat ingin membersihkan darah di tangan Zaya. Zaya bergeming. Bahkan saat air mulai menyatu dengan kulitnya, dia tidak merasakan perih sama sekali. Zaya sama sekali tidak merasakan apa-apa. Oleh karena itu, aland bisa dengan mudah membersihkan semua darah tanpa harus melihat Zaya merintih sakit atau perih. Setelah darah bersih, selanjutny

