Bab 79

1275 Kata

Kaiden berdiri di depan jendela ruang kerjanya dengan kedua tangan terselip di saku celana. Tatapannya mengarah ke deretan gedung di luar, tetapi pikirannya sama sekali tidak berada di sana. Sejak pagi, ada perasaan ganjil yang terus mengusiknya. Entah mengapa, ia beberapa kali membuka layar ponsel hanya untuk melihat laporan jadwal proyek hari itu. Ketukan pelan di pintu membuyarkan lamunannya. "Masuk." Sekretarisnya melangkah masuk sambil membawa sebuah map. "Pak, saya sudah konfirmasi ke tim proyek. Bu Aluna sudah berangkat ke lokasi sejak satu jam yang lalu." Kaiden mengangguk singkat. "Siapa saja yang ikut?" Sekretaris itu membuka catatannya. "Tim lapangan lengkap, Pak. Termasuk Pak Riko. Mereka masuk dalam tim inspeksi yang sama hari ini." Kalimat itu membuat rahang Kaiden men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN