Bab 72

1230 Kata

Nada sedang belajar menerima kenyataan yang tidak ingin ia akui. Dan semakin lama ia mencoba menyangkalnya, semakin jelas kenyataan itu berdiri tepat di depan matanya. Kaiden tidak ingin kembali padanya. Bukan karena marah. Bukan karena dendam. Bahkan bukan karena masih terluka. Justru itulah yang membuat Nada gelisah. Karena pria itu terlihat sudah melewati semua fase tersebut. Siang itu Nada duduk di sebuah kafe dekat kantornya sambil menatap layar ponsel. Percakapan terakhirnya dengan Kaiden masih terbuka. Pesan yang ia kirim pagi tadi sudah dibaca. Namun hanya dibalas singkat. Sangat singkat. Tidak dingin. Tidak kasar. Tetapi juga tidak mengandung sesuatu yang bisa ditafsirkan sebagai harapan. Nada menggulir layar ke atas. Membaca beberapa percakapan sebelumnya. Polan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN