Bab 56

1314 Kata

Kaiden masih berdiri di tempat yang sama bahkan beberapa menit setelah Aluna meninggalkan ruangannya. Pintu itu sudah lama tertutup. Namun bayangan gadis itu seolah masih ada di sana. Masih berdiri dengan dagu terangkat. Masih menatapnya dengan mata penuh kekecewaan. Masih mengucapkan kalimat yang entah kenapa terus terngiang di kepalanya. "Kalau memang ada aturan, terapkan ke semua orang." Sial. Kaiden mengembuskan napas panjang lalu menjatuhkan tubuhnya ke kursi. Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun memimpin perusahaan sebesar ini, ia merasa kalah dalam sebuah percakapan. Bukan karena Aluna lebih pandai berdebat. Melainkan karena sebagian besar yang dikatakan gadis itu benar. Ketukan pelan terdengar di pintu. "Masuk." Sekretarisnya masuk sambil membawa beberapa map

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN