Bab 58

1204 Kata

Kaiden berdiri beberapa detik di ambang pintu kamar Aluna. Lampu kamar yang hangat menerangi wajah gadis itu yang masih terlihat pucat. Rambutnya sedikit berantakan, matanya tampak lelah, dan untuk pertama kalinya sejak sore tadi, ia tidak terlihat sedang marah atau berusaha melawannya. Justru itulah yang membuat Kaiden semakin gelisah. Ia menatap Aluna sesaat terlalu lama. Sampai akhirnya gadis itu mengernyit. "Uncle kenapa?" Kaiden seperti tersadar dari lamunannya. "Hm?" "Kok lihat aku kayak gitu?" "Nggak kenapa-napa." Jawaban itu keluar terlalu cepat. Terlalu jelas bahwa ia sedang berbohong. Aluna menyipitkan mata curiga. "Uncle kelihatan aneh." "Udahlah, kamu lagi demam," "Bukan berarti aku nggak bisa lihat orang aneh." Sudut bibir Kaiden bergerak tipis, tetapi senyum it

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN