Bab 45

1383 Kata

"Tidak. Kamu nggak boleh berangkat sendiri." "Aku bukan anak kecil." "Kamu tetap berangkat bareng aku." Aluna menatapnya tidak percaya. "Uncle hobi banget ngatur orang, ya?" Kaiden mengangkat alis. "Kamu baru sadar?" Biasanya Aluna mungkin akan membalas. Mungkin akan berdebat. Namun pagi ini ia terlalu lelah. Terlalu kesal. Jadi ia hanya membuang napas panjang lalu berjalan menuju mobil tanpa bicara lagi. Perjalanan menuju kantor berlangsung dalam keheningan yang nyaris menyakitkan. Suara mesin mobil terdengar lembut. Pendingin udara bekerja stabil. Radio mati. Tidak ada percakapan. Tidak ada usaha mencairkan suasana. Aluna duduk di kursi penumpang sambil memandang keluar jendela. Gedung-gedung tinggi Jakarta berlalu satu demi satu. Namun pikirannya sama sekali tidak be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN