Bab 38

1350 Kata

Namun perhatian Aluna sama sekali tidak tertuju pada mereka. Matanya justru terpaku pada wanita di samping Kaiden. Wanita itu tinggi. Cantik. Elegan. Gaun sederhana yang dikenakannya bahkan terlihat mahal tanpa harus berusaha menarik perhatian. Rambut hitam bergelombang jatuh rapi di bahunya. Dan yang paling mengganggu Aluna adalah ekspresi santai wanita itu saat berdiri di sisi Kaiden. Seolah posisi itu sudah sangat familiar baginya. Seolah berdiri di samping Kaiden adalah sesuatu yang biasa. Bukan hal yang perlu dipikirkan. Bukan sesuatu yang membuat gugup. Bukan sesuatu yang harus dijaga. Sementara Aluna... Bahkan berdiri terlalu dekat dengan Kaiden saja sudah cukup membuat jantungnya tidak tenang. Dan dalam hati, pikirannya sudah mulai berlari ke mana-mana. Karena wanita

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN