Sore itu, langit Jakarta mulai berubah jingga ketika Kaiden berdiri di depan jendela ruang kerjanya. Di tangannya masih tergenggam ponsel yang sejak beberapa menit lalu menampilkan unggahan terbaru media sosial perusahaan. Foto makan malam tim proyek itu belum juga ia tutup. Di sana, Aluna tersenyum lepas. Di sampingnya, Riko sedang tertawa sambil menceritakan sesuatu yang jelas berhasil menghidupkan suasana. Tidak ada yang salah dengan foto itu. Sebaliknya, itulah yang membuat Kaiden semakin sulit mengabaikannya. Sebagai direktur, ia justru senang melihat timnya kompak. Riko berhasil memimpin proyek dengan baik. Aluna juga berkembang jauh lebih cepat dibanding hari pertama datang sebagai mahasiswa magang. Semuanya berjalan sebagaimana mestinya. Namun entah mengapa, ada bagian ke
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


