The Wo(Man) - 109

1986 Kata

Ayu akhirnya tiba di rumahnya dengan napas yang masih tersengal-sengal. Gadis itu langsung bergegas masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintu rapat-rapat. “Hah … ahh … hah ….” Aliran napasnya masih terasa sesak. Butir-butir keringat juga masih menetes pelan dari wajahnya. Tak lama setelah itu Ayu menyandarkan kepalanya di balik pintu itu seraya memejamkan mata. Butuh waktu cukup lama baginya untuk menenangkan diri. Setidaknya hingga helaan napasnya kembali normal. Detik demi detik pun berlalu. Suara helaan napas itu semakin lama mulai terdengar lebih teratur. Seiring dengan itu Ayu membuka matanya dan menatap nanar. Jemarinya perlahan mulai terangkat menyentuh bibirnya sendiri. Apa yang sudah dilakukan Darrel terhadapnya kembali membayang di ingatan. Ayu nyaris larut dalam segenap p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN