The Wo(Man) - 115

2214 Kata

Ayu hanya bisa duduk terpekur di samping Anto yang sudah siap menjabat tangan sang paman untuk melakukan prosesi ijab kabul. Air mata gadis itu terus menitik, tapi semua orang malah beranggapan bahwa itu adalah air mata haru. Semua mengira Ayu menangis karena merasa bahagia bisa menikah dengan lelaki istimewa seperti Anto. “Baiklah … apa calon mempelai pria sudah siap?” tanya sang penghulu. Anto mengangguk dengan antusias. “Saya siap!” Sang penghulu beralih menatap paman Ayu. “Apakah wali nikah juga sudah siap?” Sang paman hanya mengangguk pasrah. Prosesi sakral itu pun akan segera di mulai. Sang paman dan Anto sudah berjabatan tangan. Ayu pun hanya bisa menatap semua itu dengan hati yang tercabik-cabik. Kenyataan bahwa Anto sudah mempunyai tiga orang istri benar-benar menggunjang j

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN