Ayu membuka jendela kaca bus dan membiarkan angin mendinginkan wajahnya yang terasa panas. Dia merasa jengkel dengan sikap Darrel. Sesaat dia merasa marah dan kesal, tapi kemudian Ayu malah tersenyum. Gadis itu memejamkan matanya dan menikmati terpaan angin pagi yang lembut. Diam-diam Ayu sebenarnya juga merasa antusias karena akan menghabiskan waktu bersama Darrel. Mungkin memang sudah waktunya bagi Ayu mencoba untuk membuka hati. Ayu mulai berpikir bahwa manusia seperti dia sekalipun juga berhak untuk mengecap manisnya cinta. “Eh … kenapa butiknya ramai sekali,” bisik Ayu pelan. Ayu segera turun dari bus dan menatap heran. Suasana di tempat dia bekerja itu terlihat sangat ramai di padati oleh kerumunan orang-orang yang melihat di sana. Ayu pun melangkah mendekat dengan tatapan heran

