Hari-hari pun telah berlalu, Andra semakin sering menyusup ke kamar dan ikut tidur bersama dengan Caca dan juga Kai. Keberadaan ibu dan anak itu seakan sudah tidak bisa terpisahkan dari kehiudpan CEO tampan tersebut. Pagi ini, Kai bangun dari tidurnya. Bocah itu bangun sebelum dua orang dewasa itu membuka matanya. Kemudian ia melepaskan pelukan Andra dari pinggang Caca. Tidak berhenti di situ saja, bocah itu masih terus beraksi. Jemari kecilnya kemudian memencet hidup mancung sang papa. Melihat papanya masih tidak merespon, Kai pun kemudian mencubit hidung Andra agar pria dewasa itu segera bangun. Apa yang dilakukan Kai nyatanya berhasil. Andra mulai terusik dari tidurnya. Detik kemudian pria itu terpaksa mulai membuka matanya. Sebenarnya mata Andra masih terasa berat, tapi gangguan

