Sejak Kai mengetahui mamanya dirawat di rumah sakit, bocah tampan itu selalu memberikan tatapan permusuhan kepada sang ayah. Bocah itu tampak lebih banyak diam ketika bersama sang ayah. Ia mengira jika papanya sudah menyakiti mamanya, karena yang dia dengar dari pembicaraan para pekerja menyebutkan jika nyonya mereka pendarahan ketika berada di kantor Andra. Meskipun usianya baru saja melewati enam tahun, cara berpikirnya memang sudah seperti orang dewasa karena anak itu telah dibentuk oleh keadaan. Andra hanya bisa pasrah saat tidak mendapatkan jawaban apa pun ketika sedang bertanya sesuatu pada sang putra. Sebagai seorang kepala keluarga, ia merasa wajar jika Kai menjaga jarak dengan dirinya. Semua memang pantas ia terima karena kelalaiannya yang mengakibatkan istrinya mengalami pendar

