Semuanya terjadi begitu cepat. Kini Andra sudah menarik tangan wanitanya. Caca yang mendapat perlakuan dengan tiba-tiba tampak terkejut. Caca hanya bisa meraih tasnya ketika Andra menarik dan membawa paksa dirinya. Bahkan, ia belum sempat meraih map yang berisi berkas riwayat penyakit pasien yang akan menjalani operasi. “Lepasin Caca, Mas. Malu diliat orang-orang,” pinta Caca. Wanita itu berkata dengan suara pelannya. Ia tidak ingin ada orang yang bisa mendengar ucapannya. Terlebih lagi ia tidak ingin menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di sekitarnya. Tampak Andra tidak menggubris ucapan yang keluar dari bibir wanitanya. Ya … sampai detik ini Andra masih menganggap Caca adalah wanitanya. Apa dia salah jika ingin membawa wanitanya kembali ke dalam pelukannya? Selama di kori

