Andra Panik

1731 Kata

Sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dengan perlahan, Caca meletakkan map yang belum sempat ia baca ke atas meja. Setelah menundukkan kepalanya sesaat, tampak Caca menghembuskan napas panjangnya. Wanita cantik itu berharap beban yang menghimpit dadanya ikut keluar bersama dengan hembusan napas panjangnya. Detik kemudian, mata indahnya menatap lekat mata elang sang suami. Dengan tatapan yang begitu dalam seolah-olah ingin menyelam ke dalam manik jernih milik Andra. Matanya yang tampak kesakitan terlihat tidak mengerluarkan air mata setetes pun. Lelaki tampan yang berstatus sebagai suami sahnya itu pun menatapnya dengan penuh kekhawatiran. Mata tajamnya sedari tadi masih terus setia menelisik mata indah sang istri. Pria itu sungguh benar-benar ingin merengkuh tubuh langsing istri cantik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN