Kini giliran Mathew yang memanjakan Anin. Mathew menyuapi Anin. Mie instant yang dibuat khusus untuk Anin itu sudah mulai mendingin, tidak sepanas tadi. Jadi tidak perlu ditiup lagi dan mudah sekali untuk langsung dimakan. Anin yang sudah lemas tak bertenaga hanya pasrah membuka mulut dan mengunyah mie instant itu hingga lembut dan menlelan hingga memenuhi ususnya. Perutnya memang terasa lapar sekali. Begini kalau terlalu banyak bercinta hingga lupa waktu. Suahanya akan terasa lapar. Mathew juga ikut menikmati mie instant buatannya. Keduanya tampak asyik mengobrol santai samil melepas lelah. "Kamu mau ngapain ke Korea?" tanya Mathew mulai penasaran dengan keinginan Anin yang sama sekali tidak diketahuinya. "Mau cari cowok korea dong," jawab Anin begitu lugas tanpa rasa berdosa. "Hah?