Seolah diburu waktu, Kenzo memagut Jillian kembali dengan gerakan kasar sambil membuka gesper dan menarik turun sleting celana kainnya. Usai itu, Kenzo membalik tubuh Jillian lalu menarik bokongnya ke atas dengan lutut sebagai tumpuan. Benda keras dengan ukuran besar dan panjang juga berurat yang paling tidak sabaran milik Kenzo itu harus bersabar sebentar selama Kenzo memasang karet pelindung. “Ahh ….” Desahan tercetus nyaring dampak dari rasa ngilu karena Jillian belum siap. Bagian tubuh Kenzo telah melesak masuk memenuhi Jillian. “Sakit?” tanya Kenzo perhatian dan gelengan kepala seketika diberikan Jillian. Ia tahu jika menjawab yang sebenarnya—Kenzo pasti akan menghentikan kegiatan panas penuh kenikmatan ini. Perlahan Kenzo menggerakan bokongnya membuat tubuh Jillian terlonjak p