"Apa! Kurang ajar kamu Dea... Pyar Sony langsung menampar Dea dengan kuat, dan itu Sony lakukan secara refleks. Dea yang mendapat tamparan dari Sony bukannya marah ataupun merasa sakit, justru dia malah tertawa dengan begitu kencangnya, dan bahkan tidak menyentuh pipinya yang tadi sempat mendapat tamparan dari Sony, padahal pipi Dea ada bekas tamparan 5 jari Sony, tapi Dea tidak terlihat kesakitan . entah apa karena dia begitu sangat kuat menahan sakit, atau memang rasanya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan rasa sakit hati Dea selama ini saat Sony tidak pernah menganggap dirinya ada sebagai seorang tunangan, atau tidak pernah menghargai dirinya, hingga tamparan sekeras itu tidak ada rasanya bagi dia. " Jangan karena aku patuh akan syarat yang kamu ajukan, kamu bisa mengajukan sy

