"Lucky! Siapa yang menemanimu menghangati ranjang kita berdua! " teriak Dea dengan begitu lantangnya, dan tentunya penuh emosi, karena ia tidak terima kalau sampai Lucky membohongi dirinya. Luki yang mendengar pertanyaan Dea cukup terkejut, pasalnya ia tidak merasa bersalah, tapi ia mendapat tuduhan yang tidak-tidak dari Dea. "sayang, Ada apa ? Kenapa kau marah-marah? bukannya mau ke kantor? "tanya Lucky dengan nada lembutnya. " kenapa? kamu buru-buru ingin bersenang-senang dengan cinta pertamamu itu? kalau memang kamu menginginkan dia, harusnya kamu bisa melepaskan aku, tidak perlu memiliki keduanya,. "ujar Dea dengan penuh kemarahan, dan Lucky langsung menyeret dia, atau memaksa daya untuk masuk kembali ke dalam rumah titik Luki menutup pintu rumahnya, dan mengajak Dea untuk bicara di

