"Permainan akan segera di mulai Dea... gumam Maura dalam hati sambil tersenyum sinis, dan pura-pura lemah dalam pelukan kakek Irawan. kali ini Maura benar-benar sangat nekat, sampai menjadikan kakek Irawan sebagai alat untuk memenuhi apa yang menjadi keinginannya, agar keinginannya tercapai. Dea pikir Maura hanya mengancamnya saja, tidak benar-benar melakukan apa yang dikatakan atau yang menjadi ancaman Maura tadi di rumah sakit, hingga Dea tidak berpikir kalau saat ini Maura sudah ada di rumahnya Tengah melancarkan aksinya untuk menggoda kakek Irawan, karena memang niat Maura tidak lain hanya untuk membuat kakek Irawan jatuh ke dalam pelukannya. yah, ternyata pelukan Sony tidak cukup bagi Maura untuk membuat misinya berhasil, bahkan sampai kakek Irawan pun dijadikan sasaran oleh Maur

