"Mati aku. Benar-benar tamat sekarang. Kakek mendengar dengan jelas Lucky memanggil aku dengan panggilan sayang." Gumam Dea dalam hati sambil menoleh pada kakek Irawan dan juga Lucky secara bergantian. "Oh, maaf. Saya salah meja." ujar Lucky cepat sambil melanjutkan langkahnya melewati meja makan Dea dengan kakek Irawan, membuat kakek Irawan langsung mendesah kasar saat melihat Lucky sudah pergi. "Dea, kamu tahu siapa dia? waktu acara penyambutan kamu juga datang, dan kakek yakin kamu tahu siapa dia kan! "ujar kakek Irawan sambil menunjuk punggung Lucky yang sudah berlalu pergi, dan Dea masih sibuk menenangkan dirinya yang merasa lega karena melihat Lucky sudah pergi, yang setidaknya Lucky kali ini benar-benar menyelamatkan dirinya. "Kakek, aku gak tau siapa dia, dan aku gak mau tau dia

