Selama sebelas hari berlalu setelah ditinggalkan oleh Teguh untuk kembali lagi ke tempat tinggalnya. Hessa dan Yumna malah menjadi betah sejak ditinggalkan di rumah ini. Rasanya Hessa ingin menetap saja di sini karena diperlakukan seperti anak kandung oleh budhe dan juga pakdhenya. “Hessa, Teguh udah mau sampai tuh. Dia jadi jemput kamu hari ini sama, Una.” Yumna menoleh ke arah neneknya waktu menyampaikan kabar baik itu. “Papa udah di jalan, Nek?” “Ya, sama Kakek, Nenek dan Onty Una.” “Waaaah, nanti ramai di sini, ya?” “Ya, kan mau ke rumah Mama.” Timpal wanita itu. Hessa sudah rindu dengan pria itu yang perjanjiannya hanya satu minggu. Tapi malah melebihi perjanjian tersebut. “Una kangen sama, Papa.” Ucap anak itu sampai Hessa tersenyum mendengarnya. Yumna bermain setiap hari