Ch-108

1058 Kata

Setelah penutupan, acara selesai sudah. Tinggal Leno, Siska serta Heri, Erni, dan keempat pria geng serigala. Lidia menggamit lengan Adnan menuju pintu keluar. Tatapan tajam mata Heri tak bisa menghentikan langkah mereka berdua. "Buruan!" Heri mendorong Erni agar menghalangi langkah Adnan. Lidia menatap tajam ke arah Erni. Wanita itu terlihat tidak gentar sedikitpun meski istri Adnan ada di depan matanya. "Mas, satu pesan Lidia. Jangan aneh-aneh karena kondisiku sedang hamil sekarang." Lidia tersenyum berniat melepaskan lengan suaminya. Dia tidak mau beradu dengan Erni. Jika sampai wanita itu bertindak kasar, kandungannya bisa keguguran lagi. Erni menyentuh lengan Adnan, dibalas dengan tatapan mata dingin pria tersebut. Ketika melihat Heri melangkah keluar dari dalam ruangan tersebut

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN