Alan dan Arliand menatap ke arahnya. Deden merasa sedikit kurang nyaman. Dia segera bangkit dari atas karpet. Alan masih melihat bayang-bayang hitam di belakang punggung pria itu. Padahal hari sudah pagi. Pria itu berulang kali mengusap kedua matanya. Beberapa menit kemudian barulah bayangan tersebut menghilang. Setelah Leno dan sahabatnya pergi keluar dari dalam kosan tersebut. Dia sengaja menahan Deden, untuk membahas hal tersebut. "Den jangan pergi dulu, ada yang mau gue tanyain." Seru pria itu pada Deden. Deden melihat wajah Alan sangat serius, dia segera duduk di teras sambil memeluk helmnya. Sebetulnya pria itu juga mau pergi bekerja. "Ada apa?" Tanyanya dengan wajah bingung. "Semalam lu dari mana?" "Kerja, mijit orang." Ucap pria itu, Deden mencoba mengingat apa saja y

